Berprasangkabaiklah pada Tempatmu Menuntut Ilmu: Kami Adalah Orang Pertama yang Menentang Prasangka Buruk dengan Cara Kami!
Menjadi satu-satunya mahasiswi yang dikelilingi oleh tiga belas rekan cendekiawan rendah hati dan bersahaja di angkatan pertama kelas Pontianak Universitas Islam Malang, adalah perjalanan berharga yang senantiasa terpatri di hati. Kami melangkah bersama dalam ikatan persaudaraan yang erat, saling menguatkan, dan bermusyawarah untuk menemukan jalan terbaik dalam setiap dinamika perkuliahan. Kami menempuh pendidikan di Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam M
ultikultural, sebuah program yang dirancang untuk membentuk wawasan luas, bijaksana, dan menghargai keberagaman. Di ruang-ruang kelas ini, kebersamaan tidak hanya ditempa lewat kajian ilmu, tetapi juga dijalin menjadi keluarga besar dengan satu tujuan luhur: menjaga keharmonisan dan menuntut ilmu dengan keikhlasan.
Perjalanan menuju puncak ilmu tidak lepas dari ujian dan pandangan beragam. Saya ingat jelas saat baru memulai semester awal, muncul keraguan dari luar yang mempertanyakan keabsahan proses belajar kami. Menghadapinya, kami memilih tidak berdiam diri dan tidak pula menyikapi dengan emosi melainkan dengan kepala jernih, sikap tenang, dan penuh kehormatan.
Sebagai bagian dari keluarga besar kampus ini, kami tegakkan kebenaran dengan bukti yang tak terbantahkan. Tanpa ragu, kami tunjukkan data resmi di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) yang mencatat nomor induk serta seluruh rekam jejak akademik secara sah dan terpercaya. Melalui penjelasan lembut namun tegas, kami sampaikan: Universitas Islam Malang adalah kampus yang nyata, berdiri kokoh, dan telah meraih pengakuan resmi. Secara kelembagaan, universitas ini terakreditasi UNGGUL oleh BAN-PT, dan program studi yang kami tempuh Doktor Pendidikan Agama Islam Multikultural juga telah terakreditasi UNGGUL, membuktikan kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.
Kualitas dan komitmen Unisma memang teruji. Kampus ini didukung dosen-dosen berilmu luas, tulus, dan penuh pengabdian. Kami sangat beruntung dibimbing oleh guru-guru yang rela meluangkan waktu mendampingi diskusi mendalam, yang sering berlanjut hingga larut malam namun tetap dalam suasana yang hangat dan penuh semangat.
Hingga jam-jam terakhir perkuliahan pun tak terlihat sedikit pun tanda lelah pada wajah beliau-beliau. Beliau mengajar dengan kebahagiaan yang tulus, seolah energi berbagi ilmu tak pernah habis untuk disalurkan kepada kami yang sedang menimba pengetahuan. Lebih dari sekadar pertemuan di kelas formal, kami juga mendapatkan pengkajian tambahan yang disampaikan dengan cara yang menyenangkan, mudah dipahami, dan selaras dengan kehidupan sehari-hari.
Hubungan ini melampaui sekadar hubungan pengajar dan murid — kami dianggap bagian dari keluarga besar beliau. Sering berkumpul bersama untuk bersilaturahmi dan sowan ke rumah para dosen, disambut dengan keramahan tulus, diajak duduk dan makan bersama; bahkan di antara kami ada yang diperkenankan untuk mandi hingga menginap di rumah beliau dengan penuh kepercayaan dan keikhlasan.
Pengabdian dan keikhlasan seperti itulah yang menjadikan penyusunan disertasi kami sebagai karya ilmiah yang lahir dari perenungan mendalam, penelitian yang teliti, dan pengujian yang ketat serta bertanggung jawab. Oleh sebab itu, jika masih ada pihak yang berprasangka kurang baik, meragukan mutu riset, atau menganggap proses belajar ini berjalan ringan tanpa usaha sungguh-sungguh, kami tidak akan membiarkannya berlalu begitu saja. Kami adalah orang pertama yang akan menjelaskan dan menegaskan kebenaran dengan cara kami sendiri, yang berlandaskan etika, kebijaksanaan, dan data nyata.
Pintu keterbukaan selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin memastikan atau mengetahui lebih jelas. Kami siap menjelaskan dan mempertanggungjawabkan setiap langkah perjalanan akademik yang telah ditempuh. Ilmu dan gelar yang diraih bukanlah sesuatu yang didapatkan secara instan atau dibeli dengan materi, melainkan buah dari keringat, diskusi larut malam, serta tempaan hati dan pikiran yang membentuk integritas sebagai pencari ilmu sejati. Meragukan keberadaan dan kualitas Unisma sama saja dengan meragukan proses suci menuntut ilmu yang dijalankan sesuai aturan dan ketentuan pendidikan nasional.
Pesan luhur yang ingin kami sampaikan dengan penuh ketulusan adalah: berprasangka baiklah pada tempatmu menuntut ilmu. Karena dengan hati yang bersih dan pandangan yang adil, keberkahan ilmu akan senantiasa mengalir dan menetap dalam sanubari. Universitas Islam Malang telah membuktikan diri secara terus-menerus sebagai lembaga yang sungguh-sungguh mencetak generasi unggul, baik dari segi keilmuan maupun akhlak. Di sinilah karakter dibentuk dan wawasan multikultural ditanamkan demi terwujudnya kedamaian di bumi Indonesia.
Dengan rasa bangga yang tulus, kami mengajak kita semua untuk membersihkan hati dari segala prasangka yang tidak berdasar, serta melihat Unisma dengan pandangan yang objektif. Kampus tercinta ini akan terus melangkah maju mengemban amanah mulianya: Dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia. Selama masih diberi kesempatan, kami akan senantiasa berdiri tegak menjaga nama baik almamater ini dan menegaskan kebenaran dengan cara yang paling bijaksana.

0 Comments