Wikipedia

Hasil penelusuran

Jejak Adab Sang Pemimpin Prof. Wajidi Sayadi: Hari Pertama Belajar Integritas, Kesederhanaan, dan Birrul Walidain

 

                                                                    Oleh: S. Wahyu Nirmala


 Pagi itu, mentari di Pontianak baru saja merekah ketika saya bergegas menuju kampus untuk menunaikan amanah di hari pertama sebagai staf beliau selama memegang tampuk kepemimpinan sebagai Rektor. Jam di tangan masih menunjukkan sekitar pukul 07.10, jauh lebih awal dari waktu yang direncanakan sebelum pukul 07.30. Namun, setibanya di halaman gedung rektorat, rasa percaya diri karena datang lebih pagi lebur seketika. Saya mendapati beliau sudah berdiri di sana didampingi Kepala Biro dan Kabag ULA, siap memulai hari dengan penuh kesiagaan.

Sebuah tamparan halus tentang arti kedisiplinan sejati. Dalam sirah Nabawiyah, kita mengenal keteladanan Rasulullah SAW yang senantiasa menjadi orang pertama yang hadir menyambut amanah dan mengutamakan ketepatan janji. Kehadiran beliau yang jauh melampaui ekspektasi waktu bukan sekadar manajemen jadwal, melainkan cerminan komitmen seorang pemimpin yang menempatkan tanggung jawab di atas kenyamanan pribadi.

Kisah berlanjut di ruang lobi rektor saat kami menikmati sarapan pagi. Di atas meja tersaji menu yang sangat bersahaja: pisang rebus, jagung rebus, telur puyuh rebus, tempe dan tahu rebus, serta buah jeruk dan salak. Sempat terselip rasa ragu dan canggung menyajikan panganan sederhana tersebut kepada seorang pejabat penting. Namun, keraguan itu lebur seketika saat beliau menyambutnya dengan senyum tulus dan antusiasme hangat. "Ini makanan sehat," tutur beliau.

Suasana semakin hangat ketika saya mengajak Kepala Biro serta rekan rekan yang berada di ruangan itu untuk turut duduk dan sarapan bersama. Saya pun sempat mengabadikan momen kebersamaan yang penuh rasa kekeluargaan tersebut.

Kesederhanaan beliau mengingatkan kita pada pola hidup Rasulullah SAW yang mencintai kesahajaan, menjauhi kemewahan berlebih, dan senantiasa mensyukuri rezeki yang halal lagi thayyib. Di meja sederhana itulah kami duduk setara, sarapan bersama penuh keakraban, diselingi diskusi hangat bersama para akademisi dan peneliti LP2M yang mengkonsultasikan proposal riset para peneliti.

                                                                                                                                               

Pelajaran berharga berikutnya hadir saat pertemuan lintas iman bersama para tokoh agama dari FKUB Kalimantan Barat yang dipimpin Prof. Dr. Ibrahim, M.A., serta dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I. Ketika memasuki ruang pertemuan, sebuah pemandangan sarat makna tersaji di depan mata. Beliau dengan tulus mengosongkan kursi utama dan mempersilakan Bapak Kakanwil untuk menempatinya. Terjadilah adegan saling mendahulukan dan saling menghormati di antara kedua tokoh tersebut, hingga akhirnya rasa takzim beliau memenangkan adab penghormatan itu. Melihat pemandangan serta kebersamaan dan dukungan tulus tersebut, ingatan saya melayang pada kisah kolosal raja-raja Korea tempo dulu yang pernah saya tonton, ketika seorang raja dengan penuh hormat mempersilakan tempat duduknya kepada tamu kehormatan, baik kepada Ibu Suri, ibunda tercinta.



Dalam suasana pertemuan yang penuh kehangatan dan persaudaraan itulah, terungkap dukungan luar biasa dari segenap elemen lintas agama. Para tokoh yang mewakili Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu secara bulat menyatakan kepercayaan dan dukungan penuh kepada beliau untuk memimpin lembaga ini. Mereka berkomitmen akan senantiasa mendukung setiap langkah serta cara kerja beliau, dan sangat mendukung penuh proses strategis IAIN Pontianak menuju perguruan tinggi berbentuk Universitas. Bahkan, gagasan agar di kampus kelak dapat berdiri program-program studi yang menaungi kajian keagamaan secara luas dan mendalam disambut dengan antusiasme tinggi oleh seluruh tokoh yang hadir. Menanggapi hal tersebut, beliau menyambut baik usulan mulia itu dan berucap dengan penuh harapan agar cita-cita luhur ini segera dapat terwujud, seiring dengan tahapan transformasi yang sedang dan akan terus beliau jalankan dengan sungguh-sungguh. Semangat pengembangan kampus ini pun mendapat dukungan nyata, di mana beliau telah menerima hibah tanah seluas dua puluh hektar yang akan dipergunakan untuk pembangunan Kampus Dua IAIN Pontianak.



Gestur ini merefleksikan nilai luhur sirah Nabi saat beliau bersabda, tempatkanlah manusia sesuai dengan kedudukan dan kehormatannya. Sikap tawaduk dan memuliakan tamu seperti ini merupakan warisan akhlak kenabian sekaligus tradisi adab klasik para pemimpin berjiwa agung, di mana kursi kepemimpinan bukanlah lambang arogansi kekuasaan, melainkan media untuk melayani dan menaruh hormat kepada sesama.

Rangkaian agenda padat bergulir tanpa henti, mulai dari serah terima jabatan PLT Rektor di Aula IAIN Pontianak hingga audiensi beruntun bersama berbagai pihak. Menjelang malam, di sela perbincangan hangat bersama tamu dari Itjen sebelum ibadah dan makan bersama, tersingkaplah mutiara di balik keteguhan karakter beliau.

Lahir dari keluarga yang sangat bersahaja dan menjadi yatim sejak belia, beliau tumbuh di bawah asuhan penuh berkah seorang ibu dan tempaan tradisi pesantren. Beliau bertutur dengan kerendahan hati bahwa sepanjang hidupnya, pantang baginya membantah atau menentang ucapan sang ibu. Di sanalah letak rahasia keberkahan hidup beliau. Kunci kesuksesan yang beliau raih hari ini berakar kuat pada nilai birrul walidain bakti tulus kepada orang tua yang mengundang rida Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Rida Allah terletak pada rida kedua orang tua.

Tepat pukul sepuluh malam, langkah kami terayun menuju jalan pulang. Meski raga beraktivitas belasan jam, tidak ada rasa lelah yang tertinggal; hanya ada dada yang lapang dan hati yang dipenuhi rasa syukur. Pengalaman pertama mendampingi beliau ini melahirkan untaian doa tulus dari lubuk hati terdalam, semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa melimpahkan kesehatan, kesuksesan, serta perlindungan yang sempurna bagi beliau dalam mengemban amanah memimpin IAIN Pontianak. Semoga langkah beliau senantiasa dinaungi kemudahan dan meraih dukungan penuh dari segenap elemen masyarakat Kalimantan Barat, demi mewujudkan ikhtiar mulia mengantarkan kampus tercinta ini bertransformasi penuh menuju universitas.

 

#KeteladananPemimpin
 #AdabDanIntegritas
#BirrulWalidain
#SirahNabawiyah
#IAINPontianak
#TransformasiUIN
#FKUBKalbar
#KemenagKalbar
#InspirasiKepemimpinan
#PolaHidupSehat
#Tawaduk
#HikmahKehidupan
#DukunganLintasAgama
#KampusDuaIAINPontianak

0 Comments

Follow Me On Instagram