Refleksi Diri: Pesan dari Dosen Psikologi Kesayangan
Refleksi Diri: Pesan dari Dosen Psikologi Kesayangan
By Sri Wahyuni
Setiap perubahan yang terjadi dalam diri kita, sekecil apa pun, selalu memiliki makna yang lebih dalam. Ketika pertama kali aku mendengar bahwa warna bisa mempengaruhi karakter dan cara seseorang bersikap, aku menganggapnya hanya sebagai mitos belaka. Tapi, seiring berjalannya waktu, aku mulai menyadari bahwa warna memang memiliki kekuatan untuk mencerminkan perubahan dalam diri seseorang. Hal ini terasa nyata dalam diriku, terutama ketika aku secara tidak sadar mulai memilih warna-warna yang berbeda dari kebiasaanku dulu.
Salah satu momen yang membuatku merenung adalah ketika pada 22 Oktober 2024,
aku memilih mengenakan busana merah menyala untuk perayaan hari jadi Kota
Pontianak. Ini bukan pilihan biasa bagiku—selama ini aku lebih nyaman dengan
warna-warna lembut dan pastel. Tapi entah kenapa, kali ini warna merah seolah
memanggilku, dan aku merasa ada sesuatu yang berbeda. Dan benar saja, warna ini
menarik perhatian banyak orang, terutama dosen psikologiku, yang selama ini
sangat peduli terhadap perkembangan mahasiswanya, termasuk diriku.
Beliau mengamati bahwa perubahan warna yang aku pilih mencerminkan perubahan
yang lebih besar dalam diriku. Dulu, aku lebih cenderung menghindari
warna-warna yang mencolok karena merasa terlalu berani. Tapi sekarang, ada
keberanian baru dalam diriku—keberanian untuk tampil lebih percaya diri, lebih
bebas mengekspresikan diri, tanpa harus merasa takut akan penilaian orang lain.
Dosenku melihat ini sebagai tanda positif, sebuah bentuk transformasi yang
menggambarkan peningkatan rasa nyaman terhadap diri sendiri.
Namun, di balik apresiasi itu, dosen psikologiku memberikan pesan penting
yang sampai sekarang selalu aku ingat. Beliau mengingatkanku bahwa meski
perubahan ini positif, aku harus tetap menjaga keseimbangan. Ada batas-batas
yang harus aku jaga, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai spiritual,
keagamaan, dan tanggung jawab sosial. Sebagai seseorang yang telah menikah,
beliau mengingatkan pentingnya menjaga kesetiaan, tanggung jawab terhadap
suami, dan pengendalian diri. Aku sadar, bahwa perubahan dalam diri ini harus
diiringi dengan kontrol dan kebijaksanaan.
Pesan ini benar-benar mengingatkan aku akan pentingnya keseimbangan dalam
setiap langkah perubahan yang kita ambil. Terkadang, dalam semangat untuk
menjadi versi terbaik dari diri sendiri, kita bisa terlena oleh ambisi atau
keinginan yang berlebihan. Tapi di sini, dosenku mengajarkanku bahwa keberanian
sejati bukan hanya tentang berani berubah, tapi juga tentang bijaksana dalam
menjaga diri agar tetap setia pada nilai-nilai yang mendasar.
Refleksi ini mengajarkanku bahwa menjadi lebih percaya diri dan nyaman
dengan diri sendiri adalah proses yang baik, selama kita tidak melupakan akar
yang membentuk siapa kita. Warna merah yang aku kenakan hari itu mungkin simbol
dari keberanianku, tapi aku tahu bahwa di balik warna itu, ada tanggung jawab
untuk tetap menjaga harmoni dalam diriku.
Perubahan adalah sebuah perjalanan, dan aku belajar bahwa keseimbangan
adalah kuncinya.




0 Comments