Wikipedia

Hasil penelusuran

Dag…Dig…Dug….Dor….Kuliah Genalogi Perdana Penuh Kesan* Sri Wahyuni*

 



     Baru kali ini saya merasakan dag dig dug dor mengikuti mata kuliah yang menurut saya luar biasa.Saat saya  berada dari zona aman saya sebagai seorang manusia yang  membaca sedikit sejarah tentang Islam.  Selama ini saya baru sadar bahwa sesungguhnya tidak semua sejarah atau fakta-fakta yang saya lihat dan saya temukan itu adalah benar dari perspektif bacaan atau temuan saya.  Namun paling tidak hal itu  mengungkapkan bahwa apa yang saya lihat atau temukan itu  belum tentu benar dari sudut pandang tertentu.

Mata kuliah ini seolah membuka mata batin saya untuk lebih hati-hati lagi dalam membaca sejarah.  Tidak semua sejarah itu akan bisa di eksplore secara menyeluruh kebenarannya. Sisi-sisi tertentu yang terungakap namun tak sedikit pula sisi lainnya yang tersembunyikan.  Sebagai seorang  pembaca saya dan  bagian dari pelaku sejarah lainnya merasakan bahwa selama ini ternyata yang dibaca itu mengundang banyak pertanyaan ….. benarkah sumber yang kubaca selama ini??.... lebih lanjut  kayak berevaluasi diri . Sayapun mestinya harus semakin lebih hati-hati lagi dalam membaca sejarah-sejarah.

Fakta sejarah yang dibaca tentu berbeda juga dari sudut pandang orang-orang yang membacanya karena mempunyai perbedaan dari sisi latar belakang keilmuan,  lingkungan, bacaan, persepsi dan semua latar belakang itu sesungguhnya akan menimbulkan gejala-gejolak berbeda pula pada setiap pembacanya.

Menarik menurut saya bahwa jika sejarah itu dituliskan oleh orang yang notabene bukan berasal dari agama tertentu atau kelompok  tertentu tapi melihat sejarah itu dengan sangat gamblangnya nah saya tidak tahu unsur apa di balik ini… Kenapa dia begitu Netral Kenapa dia begitu begitu proporsionalnya menuliskan sejarah,  walaupun ia dia bukan bukan bagian dari dari fakta sejarah itu. Contohnya seperti Karen  Amstrong yang menulis tentang  Sejarah Tuhan, Muhammad sang Nabi dan lain-lain. Begitu juga Annemarie schimel yang menuliskan tentang Rabiah Al Adawiah, Muhammad Rasulullah, Jalaluddin Rumi, dll sungguh luar biasa……….saya bilangnya super amazing….

Mata kuliah ini juga menyadari bahwa mayoritas fakta sejarah yang ditulis oleh seorang laki-laki itu tentu akan berimbas pada segala hal yang hanya bersifat kelaki-lakian saja. Saya mikirnya dari situ  bahwa sesungguhnya jika kebijakan-kebijakan ataupun suatu hukum itu jika hanya bersumber pada laki-laki. Maka apakah mungkin akan  memiliki implikasi pada kebijakan yang dibuat.  Misalkan ketika hukum yang berhubungan dengan perempuan dibuat oleh seorang laki-laki belum tentu semua kebutuhan-kebutuhan, keinginan bahkan  rasa perempuan itu bisa sepenuhnya terungkap.  Hal itu dikarenakan yang bisa merasakan hanyalah perempuan itu sendiri. Sehingga perempuan harus menjadi bagian dari pembuat kebijakan atas apa yang diperlukan, dibutuhkan, bahkan dirasakan.

Mata kuliah pertemuan pertama ini juga membuka mata saya lebar-lebar bahwa kebenaran itu tidak bisa diklaim (Claim of Truth) oleh suatu kelompok manapun.

 

 

* Mahasiswa Program Doktoral UNISMA

** Refleksi Mata Kuliah Genealogi Pendidikan Islam Multikultural (Pertemuan perdana Sabtu 4 November 2023 Pukul 11.00)

 

0 Comments

Follow Me On Instagram