Satu Langkah Lebih Dekat Menuju Hari yang Dinanti
By. S. Wahyu Nirmala
Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT. Seluruh naskah untuk persiapan Ujian Promosi yang sedang dijalani akhirnya selesai sepenuhnya pada akhir pekan ini, tepatnya tanggal 15 hingga 16 Mei 2026. Segala berkas pun sudah siap diserahkan sesuai dengan permintaan. Dua hari penuh perjuangan keras dikerahkan untuk menyelesaikannya, namun rasa sendirian itu tidak pernah ada karena selalu ada orang-orang baik yang dengan tulus ikhlas siap mendampingi di setiap prosesnya.
Perjalanan di hari pertama
dimulai sejak pagi hari ketika berangkat menuju UPZ Coffee untuk mulai bekerja.
Baru saja membuka ransel dan bersiap menyalakan laptop, kesadaran muncul bahwa
alat penggerak kursor atau mouse tertinggal di rumah. Sebenarnya ada
niat untuk membelinya saat berangkat tadi, namun karena waktu sudah
terburu-buru, belum sempat berhenti di mana pun. Akhirnya kaki harus melangkah
keluar kafe sendirian, tanpa ditemani siapa pun, untuk mencari toko komputer di
lingkungan sekitar Hotel Orchardz. Sayangnya, tidak ada satu pun toko komputer
yang buka di kawasan itu. Namun langkah tidak berhenti; perjalanan terus
berlanjut menyusuri jalan hingga harus menyeberangi jalan raya yang cukup
besar.
Alhamdulillah, perjuangan itu
membuahkan hasil ketika menemukan sebuah toko yang buka. Uniknya, mouse
yang tersedia di sana sebenarnya tidak untuk dijual secara terpisah, melainkan
hanya sebagai bonus bagi pembeli laptop baru. Namun, berkat kebaikan hati sang
penjual yang memahami situasi pelik yang sedang dihadapi, beliau berkenan
melepaskan dan menjual mouse tersebut. Sungguh sebuah pertolongan yang
sangat disyukuri.
Langkah segera kembali menuju
kafe untuk melanjutkan penyuntingan naskah seorang diri menggunakan mouse
baru itu. Beberapa jam berlalu dengan fokus yang penuh, dan tepat setelah waktu
Salat Jumat selesai, dua sahabat tercinta, Mbak Henny dan Mas Rudi, datang
menjumpai. Kehadiran mereka membawa energi baru, dan dengan setia menemani
hingga seluruh pekerjaan rampung sekitar pukul empat sore.
Setelah segala urusan naskah
selesai, Mbak Henny dan Mas Rudi mengajak berjalan-jalan dan makan bersama
dengan harapan pikiran dapat kembali segar dan tidak terlalu tegang setelah
bekerja lama. Perjalanan pun berlanjut menuju Wisata Kuliner Ampera. Di sana,
pilihan jatuh pada hidangan kesukaan yaitu ikan asap dan cah kangkung,
sementara Mbak Henny memilih ayam asap, dan Mas Rudi menikmati nasi goreng.
Setelah puas menyantap hidangan utama, bekal sehat yang dibawa dari rumah
berupa bubur kacang hijau dan bubur kacang merah pun dikeluarkan. Kebersamaan
itu ditutup dengan menikmati segarnya jeruk Pontianak yang manis dan sangat
menyegarkan badan. Sungguh nikmat rasanya menyantap makanan sederhana namun
penuh berkah bersama sahabat dekat, sebelum akhirnya diantar pulang dengan
selamat sampai ke rumah.
Memasuki hari kedua, kehadiran di
UPZ Coffee kali ini ditemani dan dibantu oleh Mas Ferry. Beliau dengan penuh
kesabaran membantu merapikan penulisan abstrak berbahasa Arab yang memang
memerlukan ketelitian serta pemahaman khusus. Bantuan Mas Ferry berlangsung di
dalam kafe ini saja, sampai seluruh perbaikan selesai dikerjakan dan beliau pun
pamit pulang. Setelah itu, pengerjaan bagian yang dianggap masih belum fiks
dilanjutkan secara mandiri, yakni memasukkan profil peneliti sebagai sentuhan
akhir pada naskah disertasi tersebut.
Setelah profil peneliti
dimasukkan, diputuskan untuk menyudahi seluruh proses revisi ini. Naskah segera
diakhiri dan langsung dikirimkan kepada pihak fotokopi UNISMA tanpa berniat
melihat atau meniliknya kembali secara teliti. Pikir yang telanjur lelah membatin,
"Makin banyak dilihat, makin terlihat kelirunya, hahaha."
Akhirnya, pilihan terbaik adalah tidak lagi memeriksa naskah disertasi itu
secara mendetail. Dengan untaian doa Bismillah, file pun resmi
dikirimkan.
Menjelang pukul empat sore, Mbak
Henny dan Mas Rudi kembali menjemput. Waktu kebersamaan dilanjutkan dengan
makan di tempat makan Yummy untuk menikmati semangkuk mi hangat, ditemani
pisang goreng yang menjadi salah satu camilan favorit. Perut yang kenyang
membuat hati mulai tenang, hingga keinginan hati yang sudah lama terpendam pun
disampaikan, yaitu ingin sekali diajak mampir ke toko buku. Sudah cukup lama
waktu habis tersita hanya untuk menyelesaikan tugas dan tugas, hingga hampir
tidak pernah ada kesempatan berjalan-jalan sekadar bersantai. Alhamdulillah,
mereka berdua dengan senang hati mengabulkan permintaan tersebut dan segera
mengajak menuju Gramedia Mega Mall.
Sepanjang perjalanan menuju ke
sana, perbincangan mengalir dengan sangat akrab dan hangat. Kisah-kisah dari
hati ke hati saling dibagikan, mulai dari awal mula mengenal rasa cinta, hingga
cerita indah saat bertemu dan akhirnya menerima pasangan hidup masing-masing.
Momen berbagi kisah ini membuat ikatan persahabatan terasa semakin erat dan
hati pun dipenuhi kebahagiaan.
Sesampainya di toko buku, mata
langsung tertuju pada satu buku yang sangat lama diidamkan, berjudul History
of the Arabs (Rujukan Induk dan Otoritatif Sejarah Peradaban Islam) karya
Philip K. Hitti. Namun, keputusan diambil untuk menunda pembeliannya terlebih
dahulu, semoga kelak ada rezeki yang berkah untuk membawanya pulang ke rumah.
Akhirnya, dua buku yang dirasa sangat penting, layak, dan sangat dibutuhkan
untuk pengembangan pengetahuan serta pemikiran berhasil dipilih untuk dibawa
pulang.
Buku pertama yang dipilih adalah
tentang Sistem Pendidikan Terbaik di Finlandia. Alasan utamanya karena
Finlandia dikenal dunia memiliki sistem pendidikan yang paling unggul,
manusiawi, dan berhasil mencetak generasi cerdas tanpa membebani peserta didik.
Buku ini sangat penting untuk mempelajari cara serta metode pembelajaran yang
efektif, menambah wawasan tentang pola pendidikan yang baik, sekaligus menjadi
bahan perbandingan luas yang kelak bermanfaat bagi pengembangan ilmu yang
sedang dijalani. Sedangkan buku kedua adalah Dasar-Dasar Psikologi Islam. Buku
ini memiliki makna yang jauh lebih mendalam dan utama, yaitu untuk memahami
jiwa, perilaku, dan hati manusia berdasarkan panduan serta nilai-nilai Islam.
Pengetahuan ini menjadi bekal utama agar semakin mengerti diri sendiri,
memahami orang lain dengan bijak, dan mampu melihat segala permasalahan hidup
dengan kacamata yang sesuai ajaran agama, sehingga menjadi fondasi penting bagi
pengembangan kepribadian dan wawasan keilmuan ke depannya.
Akhir pekan ini benar-benar
menjadi kenangan yang sangat berkesan dalam hidup. Mulai dari usaha gigih
mencari perlengkapan seorang diri, kebaikan hati penjual komputer,
menyelesaikan tugas akademis yang berat, momen pasrah yang melegakan saat
mengirimkan file, menikmati hidangan sederhana nan nikmat, hingga diisi dengan
percakapan hangat dan kasih sayang tulus dari orang-orang terdekat, serta
membawa pulang ilmu baru yang sangat berharga. Semoga segala langkah yang
diambil dengan penuh keikhlasan ini senantiasa dimudahkan oleh Allah SWT menuju
hari pelaksanaan ujian nanti.
#Alhamdulillah
#PujiSyukur
#SahabatSejati
#GratefulHeart
#OrangBaik
#Silaturahmi
#PersahabatanTanpaBatas
#Blessed Weekend

0 Comments