Wikipedia

Hasil penelusuran

Lingkungan Sosial dalam Pendidikan [1]

 


Oleh: Sri Wahyuni[2]

 

Ki Hajar Dewantara menjelaskan arti pendidikan adalah proses memanusia-kan manusia, pengangkatan manusia ke taraf insani. Di dalamnya, pembelajaran merupakan komunikasi eksistensi manusiawi yang otentik kepada manusia, untuk dimiliki, dilanjutkan dan disempurnakan. Hal ini senada dengan apa yang dituliskan oleh Iman Setyawan dalam harian kompas, bahwa tujuan pendidikan adalah “aktualisasi diri yang merupakan pemanfaatan bakat, kapasitas, dan potensi sehingga dapat memenuhi diri dan melakukan yang terbaik.” Orang yang mengaktulisasikan diri terlebih dahulu harus merasa merdeka. Langeveld berbeda lagi dalam mengartikan pendidikan menurutnya Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada peserta didik tertuju kepada pendewasaan anak atau peserta didik itu sendiri, atau lebih tepat membantu peserta didik agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa (atau yang diciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku, putaran hidup sehari-hari, dan sebagainya) dan ditujukan kepada orang yang belum dewasa.

Tiga pendapat diatas mengartikan pendidikan dengan pemahaman  yang berbeda. Ki Hajar Dewantara lebih melihat bahwa pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia atau pengangkatan manusia ke taraf insani. Penulis melihat ada hal yang dilakukan berulang yakni kata memanusiakan manusia disini bisa dilihat bahwa kata itu mengandung makna pranata social yang perlu di bentuk kembali. Selanjutnya Imam Setyawan aktualisasi diri yang juga mengacu pada sisi social seseorang sebagai peserta didik. Begitu juga dengan pendapat Lengeveld mengartikan pendidikan lebih pada tujuan yakni mendewasakan peserta didik. Selanjutnya Lengeveld menurut penulis secara tidak langsung menyebutkan bahwa hal-hal fisik seperti buku, sekolah dan lain-lain tidak berdiri sendiri melainkan ada campur tangan manusia dewasa yang mengarahkannya. Artinya hal ini kembali lagi pada sisi social yang dimiliki oleh setiap manusia dewasa yang berada disekitar lingkungan peserta didik. Tiga pemahaman  yang berbeda diatas penulis rangkum menjadi satu tujuan yakni membentuk manusia paripurna atau manusia seutuhnya atau bisa dikatakan insan kamil.

Insan kamil, manusia paripurna  adalah kata yang mudah diucapkan namun sulit untuk dilakukan dan dibuktikan. Hal itu tidak lain karena banyak hal yang mempengaruhi kata itu. Manusia selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat luas (Tripusat Pendidikan). Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam interaksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya, utamanaya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal seperti yang disebutkan oleh tiga pendapat diatas.

Meskipun lingkungan sosial tidak bertanggung jawab terhadap kedewasaan anak didik, namun merupakan faktor yang sangat menentukan yang berpengaruh besar terhadap anak didik, sebab bagaimanapun anak tinggal dalam satu lingkungan yang disadari atau tidak pasti akan mempengaruhi perkembangannya. Lingkungan Sosial yang memadai dan humanis akan memudahkan peserta didik untuk lebih dapat menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Karena lingkungan social yang “keras” akan membuat peserta didik tidak mengenal siapa dirinya karena peserta didik tidak mendapat pengakuan dalam lingkungan social tersebut. Sebaliknya lingkungan yang humanis akan membuat anak menjadi nyaman dan lebih rileks dalam menghadapi kehidupannya. Karena menurut penulis dia lebih memandang bahwa orang-orang disekitarnya bukanlah orang yang patut untuk disaingi atau dijadikan lawan, namun sebaliknya dia akan menganggap orang-orang disekitarnya adalah sebagai saudara atau sahabat untuk dijadikan mitranya dalam menghadapi tantangan zaman yang lebih manantang.

 

NB: Kutipan dari berbagai sumber di www.google.com

 



[1] Tugas penulisan artikel mingguan, pertemuan ke-4 Senin 24 Oktober 2011

[2] Mahasiswa PPs STAIN Pontianak Angkatan 2011 Semester II

0 Comments

Follow Me On Instagram