Wikipedia

Hasil penelusuran

Sertifikasi Guru? [1]

 


Sertifikasi Guru? [1]

Oleh: Sri Wahyuni[2]

 

Kebanyakan guru mempunyai tujuan untuk mengikuti sertifikasi adalah untuk motif ekonomi dan motif psikologis, motif ekonomi didasari dengan naiknya gaji guru 100% apabila mereka berhasil lulus sertifikasi nanti, sehingga kesejahteraan mereka pun ikut naik.  Motif psikologisnya mereka lebih dihormati karena pangkat/jabatan mereka lebih tinggi. Disisi lain ada pengakuan bahwa guru tersebut sudah disertifikasi yang notabene dia sudah mengikuti seleksi yang ketat dan telah memenuhi kriteria kuru cakap dalam segala hal. Mereka juga mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi bila berada dilingkungan guru-guru.

Namun kesuksesan mereka dalam meraih hal tersebut  seringkali tidak diikuti dengan komitmen keprofessionalan mereka dalam mengajar, malah terkadang mereka kurang rajin dalam mengajar, dan menuntut bahwa mereka memiliki kelebihan jam mengajar,  ini dikarenakan mereka telah mempunyai pendapatan cukup dan mulai sering bolos kerja, terlebih pegawai negeri yang notabene sering meliburkan diri atau cuti bersama atau hari kejepit (libur tanggung). Bila ini terjadi maka akan menimbulkan fenomena gunung es yang tak berkesudahan.

Pontianak juga termasuk kota yang mempunyai fenomena unik seperti hal diatas, bagaimana tidak sertifikasi guru yang seharusnya dilakukan dengan memandang segi positifnya  malah menjadi ajang buat unjuk kebolehan memperoleh wewenang dan wadah peroleh pundi-pundi uang yang besar. Sertifikasi yang semestinya benar-benar ahli dalam bidangnya dan mampu menjalankan proses belajar mengajar di kelas dengan baik, keikhlasan yang penuh tentunya diperlukan sehingga apa yang mereka lakukan bermanfaat bagi siswa yang mereka ajar dan calon penerus mereka nanti di kemudian hari, berubah menjadi fenomena negatif  yang selalu menggejala setiap waktu 

Namun meskipun banyak masalah dibalik sertifikasi guru penulis tetap menggantungkan banyak harapan bahwa kedepannya sertifikasi guru benar-benar menjadi wadah untuk mencari guru-guru yang benar-benar memiliki dedikasi, potensi dan professional dibidangnya. Penting karena guru merupakan awal mula pelaku pendidikan setelah keluarga. Guru ditangannyalah anak bangsa menggantungkan segala harapan bila guru yang dipercaya tidak dapat memegang amanah tersebut bagaimana mungkin anak bangsa dapat menjadi penerus yang berkualitas.

 

NB: Kutipan dari berbagai sumber di www.google.com



[1] Tugas penulisan artikel mingguan, pertemuan ke-4 Senin 17 Oktober 2011

[2] Mahasiswa PPs STAIN Pontianak Angkatan 2011 Semester II

0 Comments

Follow Me On Instagram