Wikipedia

Hasil penelusuran

Pesantren Masa Depan [1]

 


Pesantren
Masa Depan [1]

Oleh: Sri Wahyuni[2]


Eksistensi pesantren di tengah pergulatan modernitas saat ini tetap signifikan. Pesantren yang secara historis mampu memerankan dirinya sebagai benteng pertahanan dari penjajahan, kini seharusnya dapat memerankan diri sebagai benteng pertahanan dari imperialisme budaya yang begitu kuat menghegemoni kehidupan masyarakat, khususnya di perkotaan. Pesantren tetap menjadi pelabuhan bagi generasi muda agar tidak terseret dalam arus modernisme yang menjebaknya dalam kehampaan spiritual.

Pesantren tetap menjadi wadah pendidikan paling ideal yang mampu bertahan dengan cultur yang masih kental dengan metode-metode lama  namun tidak juga tertinggal oleh metode baru yang selalu up to date mengikuti perkembangan zaman (dalam kaidah ushul fiqh disebut al-muhafazhah ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdz bi al-jadid al-ashlah). Hal itu yang membuat pesantren masih tetap menjadi salah satu lembaga favorit yang visinya insyallah akan dapat membentuk karakter anak bangsa menjadi lebih baik.

Keberadaan pesantren sampai saat ini membuktikan keberhasilannya menjawab tantangan zaman. Namun akselerasi modernitas yang begitu cepat menuntut pesantren untuk tanggap secara cepat pula, sehingga eksistensinya tetap relevan dan signifikan. Masa depan pesantren ditentukan oleh sejauhmana pesantren menformulasikan dirinya menjadi pesantren yang mampu menjawab tuntutan masa depan tanpa kehilangan jati dirinya.

Langkah ke arah tersebut tampaknya telah dilakukan pesantren melalui sikap akomodatifnya terhadap perkembangan teknologi modern dengan tetap menjadikan kajian agama sebagai rujukan segalanya. Kemampuan adaptatif pesantren atas perkembangan zaman justru memperkuat eksistensinya sekaligus menunjukkan keunggulannya. Keunggulan tersebut terletak pada kemampuan pesantren menggabungkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Dari pesantren sejatinya lahir manusia paripurna yang membawa masyarakat (negara) ini mampu menapaki modernitas tanpa kehilangan akar spiritualitasnya.

Selain itu pesantren juga mampu menghadirkan kurikulum yang tidak kalah dengan lembaga pendidikan lain yang bertaraf nasional maupun internasional. Pesantren juga disinyalir mampu memberikan bekal khusus kepada santri-santrinya untuk tetap survive tanpa harus bergantung pada orang lain/pemerintah. Terbukti banyak pesantren yang memberikan ekstrakurikuler guna memperoleh ilmu kewirausahaan seperti berkebun, beternak, perikanan, menangani koperasi dan kegiatan-kegiatan produktif  lainnya.

 



[1] Tugas penulisan artikel mingguan, pertemuan ke-4 Senin 24 Oktober 2011

[2] Mahasiswa PPs STAIN Pontianak Angkatan 2011 Semester II

0 Comments

Follow Me On Instagram