Pesantren Masa Depan [1]
Pesantren Masa Depan [1]
Oleh: Sri Wahyuni[2]
Eksistensi pesantren di tengah pergulatan
modernitas saat ini tetap signifikan. Pesantren yang secara historis mampu
memerankan dirinya sebagai benteng pertahanan dari penjajahan, kini seharusnya
dapat memerankan diri sebagai benteng pertahanan dari imperialisme budaya yang
begitu kuat menghegemoni kehidupan masyarakat, khususnya di perkotaan.
Pesantren tetap menjadi pelabuhan bagi generasi muda agar tidak terseret dalam
arus modernisme yang menjebaknya dalam kehampaan spiritual.
Pesantren tetap menjadi wadah pendidikan paling
ideal yang mampu bertahan dengan cultur yang masih kental dengan metode-metode
lama namun tidak juga tertinggal oleh
metode baru yang selalu up to date mengikuti perkembangan zaman (dalam
kaidah ushul fiqh disebut al-muhafazhah ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdz
bi al-jadid al-ashlah). Hal itu yang membuat pesantren masih tetap menjadi
salah satu lembaga favorit yang visinya insyallah akan dapat membentuk karakter
anak bangsa menjadi lebih baik.
Keberadaan pesantren sampai saat ini
membuktikan keberhasilannya menjawab tantangan zaman. Namun akselerasi
modernitas yang begitu cepat menuntut pesantren untuk tanggap secara cepat
pula, sehingga eksistensinya tetap relevan dan signifikan. Masa depan pesantren
ditentukan oleh sejauhmana pesantren menformulasikan dirinya menjadi pesantren
yang mampu menjawab tuntutan masa depan tanpa kehilangan jati dirinya.
Langkah ke arah tersebut tampaknya telah
dilakukan pesantren melalui sikap akomodatifnya terhadap perkembangan teknologi
modern dengan tetap menjadikan kajian agama sebagai rujukan segalanya.
Kemampuan adaptatif pesantren atas perkembangan zaman justru memperkuat
eksistensinya sekaligus menunjukkan keunggulannya. Keunggulan tersebut terletak
pada kemampuan pesantren menggabungkan kecerdasan intelektual, emosional dan
spiritual. Dari pesantren sejatinya lahir manusia paripurna yang membawa
masyarakat (negara) ini mampu menapaki modernitas tanpa kehilangan akar
spiritualitasnya.
Selain itu pesantren juga mampu menghadirkan
kurikulum yang tidak kalah dengan lembaga pendidikan lain yang bertaraf
nasional maupun internasional. Pesantren juga disinyalir mampu memberikan bekal
khusus kepada santri-santrinya untuk tetap survive tanpa harus bergantung pada
orang lain/pemerintah. Terbukti banyak pesantren yang memberikan
ekstrakurikuler guna memperoleh ilmu kewirausahaan seperti berkebun, beternak,
perikanan, menangani koperasi dan kegiatan-kegiatan produktif lainnya.


0 Comments